ENID
Wawasan · An Indonesian Perspective · Bagian 6 dari 6

An Indonesian Perspective: Peluang Nyata

Jika dirangkum, Indonesia terbuka, memberi imbal hasil, dan menginginkan apa yang dikuasai Australia.

Farhan S. Qureshi, Mitra Pendiri27 September 20262 menit baca

Sudah lima tulisan, dan kini saatnya menyatukan kepingan-kepingannya.

Seri ini berawal dari dugaan sederhana: orang Australia mengenal Indonesia lebih baik daripada hampir semua pasar asing lainnya, tetapi memiliki porsi yang lebih kecil di sini daripada hampir semua investor asing lainnya.

Setiap tulisan sejak itu menguji satu hipotesis tentang kesenjangan tersebut terhadap data.

  1. Posisi Australia: Apakah kita mengenal Indonesia, dan apakah kita berinvestasi di sana? Australia mengirim 1,75 juta wisatawan ke Indonesia pada 2025, terbanyak kedua setelah Malaysia. Dalam hal investasi, kita berada di peringkat kedelapan, dengan US$0,7 miliar.
  2. Menelisik Lebih Dalam: Adakah sektor yang kita pimpin? Tiongkok memimpin logam dasar, Singapura jasa dan transportasi, Malaysia kertas, Jepang kendaraan, Amerika Serikat pertambangan. Australia tidak memimpin satu pun.
  3. Kisah Imbal Hasil: Apakah soal imbal hasil? Indonesia memberikan imbal hasil 9,6% per tahun atas ekuitas asing dari 2015 hingga 2025, peringkat keempat dari sepuluh. Lebih tinggi daripada Amerika Serikat, Inggris dan Kanada, yang memegang lebih dari sepertiga modal kita di luar negeri.
  4. Mata Rantai yang Hilang: Apakah soal kapabilitas? Jasa keuangan, pertambangan dan manufaktur adalah tiga sektor terbesar kita di luar negeri dan tiga yang terkecil di Indonesia. Pertambangan mencakup 19,6% modal kita di luar negeri; selama sebelas tahun, kita hanya menyumbang 3,3% investasi pertambangan di Indonesia. Manufaktur mencakup 13,9% di luar negeri dan 0,21% di Indonesia.
  5. Realitas di Lapangan: Apakah soal aturan? Kepemilikan asing 100% adalah ketentuan bawaan di sebagian besar perekonomian, dan dua dari tiga dari 280 operasi bermodal asing yang kami jadikan sampel tetap menggandeng mitra Indonesia.

Jika dirangkum, Indonesia terbuka, memberi imbal hasil, dan menginginkan apa yang dikuasai Australia. Namun dari A$1,2 triliun yang ditanamkan Australia di luar negeri, hanya A$2,0 miliar yang berada di Indonesia.

Sebagai gambaran: itu hanya 0,16%. Ibarat sebuah balok Lego di samping rumah dua lantai.

Malaysia mendapat lebih dari dua kali lipatnya, Papua Nugini 13 kali lipat, dan Selandia Baru 74 kali lipat.

Yang hilang adalah kecerdikan khas Jakarta: data menunjukkan sebaiknya Anda memulai dengan operator di lapangan, dan mitra Indonesia di sampingnya.

Kesimpulan utama: Pintunya sudah terbuka selama puluhan tahun, dan imbal hasil yang nyatalah yang menarik Tiongkok, Singapura, Jepang dan yang lainnya. Mungkin kita hanya terlalu terpukau oleh senja di Bali.

Lampiran

1 / 9
Proses eliminasi
01 Proses eliminasi
Posisi Australia
02 Posisi Australia
Menelisik Lebih Dalam
03 Menelisik Lebih Dalam
Kisah Imbal Hasil
04 Kisah Imbal Hasil
Mata Rantai yang Hilang
05 Mata Rantai yang Hilang
Realitas di Lapangan
06 Realitas di Lapangan
Apa arti kelimanya jika digabungkan
07 Apa arti kelimanya jika digabungkan
Dan ketentuannya sedang berubah
08 Dan ketentuannya sedang berubah
Catatan dan sumber
09 Catatan dan sumber

Geser atau gunakan tanda panah. Pilih lampiran untuk membukanya dalam ukuran penuh.